Selasa, 18 Februari 2014

Cedera Pada Olahraga Pencak Silat


Oleh: Rasydi Sumetry, S.Pd M.Pd

Siapa sih yang suka dengan yang namanya cedera, apalagi bagi mereka yang berkecimpung di bidang olahraga. Hal itu juga berlaku pada para atlit Pencak Silat. Cedera merupakan risiko maupun momok yang sangat menakutkan bagi para atlit Pencak Silat. Tidak hanya rasa sakit yang diderita, tapi juga kehilangan sejumlah kesempatan untuk tampil, baik dalam lingkup daerah maupun di tingkat nasional. Apalagi olahraga Pencak silat merupakan olahraga yang langsung mengalami kontak langsung dengna tubuh lawan.
        Secara spesifik, ada 5 jenis cedera yang kerap kali dialami oleh atlit Pencak Silat. Berikut adalah kelima jenis cedera tersebut:
1. Keseleo (Sprains)
Keseleo adalah jenis cedera yang paling sering dialami oleh para atlit di saat berlatih. Keseleo yang dialami mulai dari bagian pergelangan kaki, kaki bagian bawah, hingga lutut merupakan bagian-bagian yang paling sering terjadi di olahraga Pencak Silat, terutama bagian pergelangan dan medial collateral ligament (semacam pengikat sendi tulang). Untuk menghindari keseleo, diperlukan pemanasan yang cukup dan stretching yang tepat bisa mencegah terjadinya cedera tersebut.
2. Otot Tertarik atau Kram (Strains)
Jenis cedera ini terjadi akibat otot tertarik pada arah yang salah, kontraksi otot yang berlebihan atau ketika terjadi kontraksi, otot belum siap. Strains sering terjadi pada bagian groin muscles (otot pada kunci paha), hamstrings (otot paha bagian bawah), dan otot quadriceps. Cedera tertarik otot betis juga kerap terjadi pada atlit Pencak silat. Fleksibilitas otot yang baik bisa menghindarkan diri dari cedera macam ini. Kuncinya dalah selalu melakukan stretching setelah melakukan pemanasan, terutama pada bagian otot-otot yang rentan tersebut agar terhindar dari cedera.
3. Patah atau Retak Tulang (Fractures)

 Cedera seperti ini dialami apabila atlit mengalami benturan dengan atlit lain dengan kerass. Cedera fractures tidak hanya terjadi pada bagian kaki macam tulang, tulang kering, atau tulang telapak kaki, tapi juga kerap terjadi pada lengan, bahu, hingga pergelangan tangan. Untuk menghindari cedera macam ini, penggunaan pelindung sangat dianjurkan untuk meminimalisir patah atau retak tulang. Banyak kasus terjadi disaat pesilat melakukan tendangan sabit langsung di tangkis oleh pesilat lain sehingga terjadi patah pada tulang pergelangan tanggganya.
  4. Cedera Pada Lutut (Knee Injuries)
Ada beberapa jenis cedera lutut yang umum dan sering dialami oleh pesilat,  yaitu cedera pada medial collateral ligament, meniscus, dan anterior cruciate ligament, baik itu sobek pada jaringan, maupun putusnya jaringan tersebut.  hal ini terjadi salahnya melakukan angkatan atau bantingan sehingga terjadi kesalahan penahanan pada lutut, melakukan penahan secara tidak sengaja pada lutut di saat terjadinya sapuan oleh lawan. Latihan kekuatan (strength training) yang tepat bisa mengurangi risiko terjadinya cedera lutut.




5. Cedera Pada Kepala (Head Injury)
Cedera ini termasuk juga cedera pada gigi, hidung, mata, dan cedera otak. Namun yang paling sering dialami atlit Pencak Silat adalah cedera akibat salah serang yang di lakukan oleh pesilat lain seperti serangan pukulan yang terlalu ke atas atau serangan tendangna yang langsung tidak terkendali mengenai rahang atau mata pesilat lebih lanjutnya dapat membuat retak kepala pesilat. Dihanjurkan pesilat yang akan turun benar benar pesilat yang sudah layak turun.
    

Sumber: www.rasydisumetry.blogspot.com

1 komentar:

Rasydi Sumetry S.Pd, M.Pd mengatakan...

Apakah anda pernah merasakannyaa???
mudah-mudaahn tidak....